Rabu, 01 Desember 2021

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMKN 1 TALIWANG DIMASA PANDEMI COVID-19

Oleh : Jusmawati, S.T
Mahasiswa Pasca Sarjana Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)


Pendemi Covid-19 yang kita alami selama hampir dua tahun ini membawa banyak sekali dampak buat kehidupan bermasyarakat. Dampak ini tak hanya dialami dalam bidang kesehatan serta perekonomian saja tetapi juga pada bidang pendidika. Adanya pandemi ini sangat berdampak besar terhadap dunia sekolah, guru dan yang paling merasakan sekali adalah peserta didik. SMKN 1 Taliwang juga merasakan dampak tersebut terutama dalam hal penurunan motivasi belajar peserta didik.

Apa itu motivasi belajar? Motivasi didefinisikan sebagai dorongan dan semangat yang muncul dari diri peserta didik atas dasar keinginannya sendiri, yaitu suatu daya penggerak dalam diri peserta didik untuk melakukan kegiatan yang menimbulkan dan memberikan arah kegiatan belajar. Menurut Sadiman (1988), motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu tercapai[i].

Jenis Motivasi

Secara umum, dalam hubungannya dengan belajar, para ahli sepakat mengklasifikasikan motivasi ke dalam dua jenis menurut timbulnya, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Muhibbin Syah mengatakan secara umum motivasi diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu:

  1. Datang dalam diri individu (motivasi belajar intrinsik), jenis ini timbul akibat dari dalam diri individu tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain tetapi atas kemauannya sendiri. Yang tergolong ke dalam klasifikasi ini adalah : perasaan menyenangi materi mata pelajarannya dan kebutuhannya terhadap materi tersebut misalnya materi pelajaran tersebut berhubungan dengan cita-cita masa depan peserta didik yang bersangkutan[ii].
  2. Datang dari lingkungan (motivasi belajar ekstrinsik), jenis ini timbul akibat pengaruh dari luar individu, bisa karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi seperti itu ia akhirnya mau belajar. Yang tergolong ke dalam motivasi eksternal ini adalah: pujian dan hadiah, peraturan/tata tertib sekolah, suri teladan orang tua/guru, dan lain-lain[iii].

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi manusia untuk belajar. Motivasi belajar terjadi dari tindakan perbuatan persiapan mengajar.  Menurut Dimyati faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah (1) cita-cita/aspirasi jiwa (2) kemampuan siswa (3) kondisi siswa (4) kondisi lingkungan siswa (5) unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran (6) paya guru dalam mengelola kelas.[iv]

Bentuk-Bentuk Motivasi Belajar

Menurut Sudirman A.M, ada beberapa bentuk dan cara yang menumbuhkan motivasi yaitu (1) memberi angka (2) hadiah (3) saingan/kompetisi (4) harga diri (5) menilai ulangan (6) pengetahui hasil (7) pujian (8) hukuman (9) hasrat untuk belajar (10) minat (11) ujuan yang diakui.[v]

Selama belajar dari rumah di masa pandemic Covid-19 ini peserta didik SMKN 1 Taliwang mengalami penurunan motivasi belajar. Hal ini bisa terbaca dari tingkat kehadiran dan keaktifan siswa di kelas maya dalam hal ini Whatsapp Group maupun Google Classroom serta jumlah peserta didik yang menyelesaikan tugas maupun project kurang dari 70%. Dilihat dari factor yang mempengaruhi motivasi belajar oleh para ahli, hal ini bisa terjadi karena factor dari luar dan dari dalam diri peserta didik itu sendiri, seperti peserta didik bosan melakukan pembelajaran dari rumah disebut juga pembelajaran online(daring), yang mana dimana pembelajaran dilakukan dengan membaca modul, menonton video pembelajaran, belajar dengan dengan perangkat lunak Zoom atau Google Meet. Mereka tidak bisa bertatap muka langsung dengan teman-teman sekelas, dengan bapak/ibu yang mengajar serta tidak bisa bermain bersama dengan teman-temannya. Penurunan motivasi belajar ini juga bisa dipengaruhi oleh indikator lain yang mempengaruhi seperti rendahnya kemampuan peserta didik dalam menangkap materi pelajaran, konsentrasi peserta didik pada saat belajar daring, keaktifan, sikap serta kebiasaan belajar peserta didik di dalam Google Classroom maupun Whatsapp Grup.

Upaya yang dilakukan sekolah selama pembelajaran daring atau belajar dari rumah adalah dengan mewajibkan semua guru mata pelajaran masuk dan tergabung serta melakukan pembelajaran daring dengan Google Classroom. Selain itu guru juga melalukan berbagai upaya untuk membuat pembelajaran daring ini menyenangkan dan menarik bagi peserta didik seperti :

  1. Beberapa guru melakukannya dengan membuat video pembelajaran yang diunggah      kesitus laman berbagi video yaitu Youtube
  2. Belajar dengan modul interaktif dengan perangkat lunak Moodle
  3. Guru belajar mengunakan Blog
  4. Guru melakukan pembelajaran melalui siaran RRI Pro2 FM Mataram
  5. Guru melakukan pembelajaran/ ulangan dengan menggunakan Games
  6. Beberapa guru belajar dengan mengunjungi langsung peserta didik yang memiliki  kendala akses peralatan teknologi


Melihat kondisi peserta didik tersebut, sekolah tentu tidak tinggal diam. Beberapa Upaya yang telah dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan Kembali motivasi belajar peserta didik antara lain :
  1. Melibatkan guru BP/BK dan walikelas melakukan mapping untuk mengetahui penyebabnya serta membuat matrikulasi penyelesaian sesuai kebutuhan peserta didik
  2. Bersama guru BP/BK dan walikelas melibatkan orang tua pada saat pembelajaran daring
  3. Memotivasi kembali guru-guru untuk lebih kreatif dan inovatif terkait metode dan model pembelajaran
  4. Tetap memberikan apresiasi dalam berbagai bentuk kepada peserta didik yang aktif dan kreatif selama pembelajaran daring
Setelah semua usaha telah dilakukan oleh sekolah, guru BP/BK, walikelas dan guru mata pelajaran ada perubahan pada perilaku peserta didik walaupun belum signifikan. Yaitu masih banyak peserta didik yang acuh terhadap pembelajaran daring dengan tidak merespon aktifitas di kelas maya Google Classroom maupun di Whatsapp Group. Mereka membaca dan mengetahui ada pembelajaran tetapi tidak tepat waktu masuk atau join ke kelas maya, tidak merespon tugas atau Latihan yang diberikan oleh guru dan mengumpulkannya setelah melewati tenggat waktu. Sebagai guru tentu kami tidak berputus asa, kami tetap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan movitasi belajar mereka seperti melakukan komunikasi langsung melalui panggilan telepon, chatting, inbox dan direct messege di media sosial mereka untuk menjalin kedekatan lebih personal lagi. Keberhasilan usaha guru ini tidak lepas dari peran orang tua peserta didik. Ada perubahan perilaku pada anak-anak yang orang tuanya memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan anaknya. Orang tua di rumah berperan sebagai alarm untuk mengingatkan anaknya akan waktu belajar daring dan waktu bermain. Walaupun tidak semua orang tua peserta didik yang bisa melakukan itu karena ada yang harus bekerja diluar walaupun kondisi pandemi serta. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa peran semua pihak sangat mempengaruhi upaya peningkatan motivasi belajar peserta didik. Mulai dari memotivasi peserta didik itu sendiri secara personal dan komunikasi baik dan kontinyu dengan lingkungan terdekat mereka yaitu orang tua maupun. Serta upaya yang tidak kalah penting adalah upaya kreatif guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang variative, menarik dan menyenangkan.

     


     [i]      Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar,  (Jakarta :CV.Rajawali), 2006
[ii]     Mohibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999), hal  137
[iii]    Mohibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 137
[iv]    Dimyati.  Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2006), hlm. 97
[v]     Sardiman, AM. Integrasi dan Motivasi Belajar, (Jakarta, PT.Raja Grafindo Persada, 2003), hal. 89

Tidak ada komentar:

Posting Komentar